Beranda » Teknologi » Kelebihan dan Kekurangan Nokia C3 2020

Kelebihan dan Kekurangan Nokia C3 2020

Portatilesparauniversidad – Mengharapkan Nokia untuk menunjukkan tajinya lagi di dunia ponsel agak sulit. Namun, hasratnya untuk menampilkan ponsel yang menarik tidak pernah padam. Sayangnya, yang resmi berangkat ke Indonesia biasanya orang biasa. Yah, mungkin karena mencari harga yang terjangkau.

Meskipun Nokia adalah produsen Android, yang sangat menarik karena dapat menampilkan kualitas produk yang baik. Mereka menunjukkannya di Nokia 5.3 yang juga resmi hadir di Indonesia. Namun, ponsel ini ternyata kalah bersaing karena dengan harga yang sama masih banyak produk ponsel lain yang lebih menarik.

Kali ini, Nokia kembali menghadirkan ponsel resmi Indonesia dengan harga yang lebih terjangkau. Ponsel tersebut adalah Nokia C3 2020 atau sebut saja Nokia C3. Penggunaan angka 2020 hanya menunjukkan bahwa produk ini memiliki versi 2020. Tentunya hal ini juga menjadi pembeda karena dulu Nokia merilis seri C3.

Keunggulan Nokia C3 2020

Nokia di Android terkenal dengan kualitas desainnya. Apakah ini termasuk untuk Nokia C3 2020 ini? Yuk simak beberapa poinnya di bawah ini!

1. Kualitas bodi yang bagus

Nokia C3 memiliki dimensi 159,9 x 77 x 8,7 mm dan berat hanya 184 gram. Bahkan, cukup sederhana dan ringkas. Gadgets 360 hanya menyebutkan bahwa desain Nokia C3 cukup sederhana dan standar. Apalagi jika melihat desainnya yang cenderung ketinggalan jaman, membuat Nokia C3 terlihat biasa saja dan tidak istimewa.

Selain itu, penutup belakang Nokia C3 terbuat dari polikarbonat. Namun, bukan sembarang polikarbonat. Nokia menampilkan desain yang kokoh dengan material polikarbonat ini. Selain itu, tepian yang tebal juga membantu menunjukkan kesan kokoh dan kualitas build yang baik dari ponsel ini.

Nokia juga memikirkan pengalaman pengguna dengan memperkenalkan tombol daya serta tombol volume di satu sisi. Di sisi lain, ada tombol untuk Asisten Google.

Jenis konsep ini terdengar sederhana tetapi sangat bagus. Bahkan banyak yang memuji build quality Nokia C3 ini. 360 gadget misalnya.

2. Casing dan baterai yang dapat dilepas

Menariknya, Nokia C3 merupakan ponsel dengan konsep Unibody. Namun, tidak seperti yang lain, Nokia C3 memiliki konsep penutup belakang yang dapat dilepas. Tidak hanya casingnya yang bisa dilepas, baterai ponsel yang berkapasitas 3.040 mAh ini sebenarnya juga bisa dilepas.

Tentu saja, ini berarti Nokia C3 tidak memerlukan SIM ejector untuk memasukkan kartu SIM atau micro SD. Karena umumnya ponsel jenis ini memiliki ruang SIM tempat baterai ditekan.

Konsep baterai yang dapat dilepas merupakan keuntungan karena banyak ponsel saat ini tidak lagi menawarkan konsep ini. Hal ini membuat Noki C3 lebih cocok untuk generasi yang terbiasa dengan ponsel dengan baterai yang dapat dilepas.

3. Clean Android 10

Nokai C3 hadir dengan kulit Android yang benar-benar bebas dari instalasi yang tidak perlu. Tidak ada perubahan menu seperti pembuat ponsel Android lainnya. Seluruh tampilan Android 10 yang dijalankan ponsel ini benar-benar bersih dan terlihat seperti ponsel yang “ditawarkan” Google.

Selain itu, kehadiran tombol Google Assistant dapat bermanfaat bagi pengguna setia asisten virtual Google. Tampilan menu Android 10 di ponsel ini pada dasarnya basic dan tidak ada perubahan.

Namun, perlu diingat bahwa Nokia C3 bukan bagian dari program Google Android One, jadi jangan berharap untuk mendapatkan garansi pembaruan perangkat lunak selama dua tahun. Setidaknya Nokia C3 tidak menjalankan Android 10 (Go Edition) seperti Nokia 1.

Kekurangan Nokia C3 2020

Nokia C3 2020 tidak memiliki banyak keunggulan. Lalu apa kekurangan dari ponsel ini? Simak langsung di bawah ini.

1. Performa chipset kalah bersaing

Nokia C3 didasarkan pada chipset Unisoc SC9863A. Unisoc sebelumnya bernama Spreadtrum dan kini telah berganti nama menjadi Unisoc.

Unisoc SC9863A adalah chipset yang banyak digunakan di ponsel dengan harga terjangkau. Chipset ini dibangun dengan proses manufaktur 28nm. Pada tahun 2020, proses manufaktur 28nm sudah usang. Kami tidak lagi di tahun 2015, tentu saja. Pada tahun 2020 dan tahun yang akan datang, pembuatan chipset untuk smartphone terutama di bawah 10nm.

2. Kualitas Layar Kurang Bagus

Nokia C3 hadir dengan layar 5,99 inci. Layarnya menggunakan panel IPS dengan resolusi 720 x 1440 piksel. Tidak ada yang istimewa dari layarnya kecuali bahwa bezel layar atas dan bawah Nokia C3 masih terlalu tebal untuk ponsel saat ini.

Bahkan, tidak ada notch, sehingga orang yang menyukai desain layar klasik akan menyukai Nokia C3. Tapi percayalah, ini adalah era layar penuh. Apalagi panel IPS yang digunakan pada ponsel ini juga merupakan panel IPS dan kualitasnya cenderung rata-rata.

Satu hal lagi, Nokia mengklaim bahwa layar ponsel ini dilindungi oleh “tempered glass”. Hal ini terlihat dari tulisan pada spesifikasinya, namun apakah ada pelindungnya atau tidak, sebaiknya tetap menggunakan tempered glass jika ingin membeli ponsel ini.

3. Desain lama

Seperti yang telah disebutkan, apa yang ditawarkan Nokia C3 benar-benar unik dan menawarkan pengalaman klasik. Tapi percayalah, sangat sedikit orang yang tertarik dengan desain Nokia C3 lawas ini.

Kualitas desainnya mungkin bagus, tetapi desain keseluruhan yang ketinggalan zaman membuat ponsel ini terasa seperti ponsel dari masa lalu yang melihat ke masa depan. Untuk generasi baru, desain seperti ini tidak akan membuat orang membeli Nokia C3. Tentu saja, akan selalu ada orang yang membeli Nokia C3 karena faktor lain.

Refensi : Berita Teknologi Terbaru

portatilesparauniversidad

Kembali ke atas